menuju mini konser pygmos

duo pygmos bersiap untuk menggelar konser perdana & memamerkan music video mereka (c) Anggara Mahendra
duo pygmos bersiap untuk menggelar konser perdana & memamerkan music video mereka ©Anggara Mahendra

Pada suatu hari, sebelum rilis album pertama pygmos, saya & sanjay lagi ngobrol2 santai, “kalau kalian nanti mau bikin acara launching album, sepertinya minikino/irama indah tempat yang tepat, tak lebih dari 100 orang, dalam ruangan, tak terlalu kecil atau besar, pas lah utk kalian berdua” kata saya kepada sanjay, dia setuju tapi sepertinya belum niat utk mengadakan pesta rilis album, kapan-kapan kita wujudkan deh.

Menjelang tengah malam, pulang dari kediaman Deny & Ayu denfilms, kami baru saja review video musik perdana pygmos yang tak terasa sudah tertunda selama 4 bulan, tinggal beberapa shoot foto pepohonan, saya memikirkan nama-nama yg sekiranya bisa ditodong utk diminta fotonya, tiba2 sanjay nyeletuk, “gimana kalau kita bikin acara launching video klip?” Jujur saja saya tak pernah sreg dengan ide launching video musik, karena belum paham keinginan & rencana sanjay, saya biarkan dia menjelaskan idenya, “kita pakai rencana yg dulu di minikino itu” ujarnya. “Coba tanya zenith dulu, dia mau ngga? Klo kalian berdua sudah oke, aku siap aja utk bantuin” jawab saya. Dan ternyata mereka serius mau bikin acara launching video musik. Continue reading “menuju mini konser pygmos”

5th emoniversary

5themoniversary

Awal tahun 2013, (atau akhir 2012 lupa tanggal persisnya) saya diundang ke batubulan, kediaman jik gungde raka, cikal studio emoni kedepannya. Disana sudah lengkap seluruh personel emoni. “Kita akan merayakan ulangtahun emoni yang kedua” kata gungde

Saya pikir anak ini gila, lelah & hutang konser di PKB belum lunas masih mau bikin kerepotan lainnya, lagipula apaan sih emoni ini? Lagi 2 tahun juga bubar. Saat itu waktu & tenaga masih sangat melimpah, seperti sinar matahari di kepulauan tropis. masih bisa digunakan untuk hal-hal yang ajaib, seperti perdebatan cukup alot utk menentukan tempat, susunan acara, format acara, tim pendukung, hingga nama acara, disanalah gus yogi mencetuskan nama “emoniversary”

10 januari 2016, scroll2 timeline social media, banner berisi “5 emoniversary” ada di hampir semua tempat, saya terdiam lamaa banget utk mencerna angka 5 didepan emoniversary itu, lima.

Apa iya sudah lima tahun? 2 album, 7 videoklip, dan sepertinya baru 2 atau 3 tahun. Tapi tenang, masih banyak yg ingin kami lakukan, album ke-3 sedang proses jamming session, lagu-lagu gending rare sudah kami kumpulkan.

“kerusuhan & kesibukan” semua ini hingga sampai di tahun ke-5 ini karena dukungan dari banyak pihak, kepada karunk & indah carolina, bagus kesuma yudha, yansanjay, detra, genk pejeng, gung anang arya, lani ratnasari, alit kalem, krisna & keluarga Puri Nasurya, keluarga besar [XXX], mba2 PKK & eks PKK, risha triasari, sinthya, bella delvia, viola, gung andi, tyas permana, esha, moxa authentic, keluarga besar parasugeni, yogadhitya, dede astawiguna, john tuadi, esa baskara, alit kalem, mang yogi, momo, adi piwi, putra mulyawan “mangbut”, agus avio, kadek ruz…, Dan teman-teman yg rajin bertanya, “kapan ada lagu baru?”, “Terima kasih sudah menyanyikan gending-gending rare lagi”, “anak saya suka sekali dengan lagu ketut garing, melayangan juga, teruslah berkarya”

pesan singkat tapi mampu membuat kami bertahan dan ingin terus berkarya

#SalamBerjutaHarmoni dari Emoni Bali

bali world music festival 2015

Bali world music festival 2015. foto oleh Antida Darsana
Bali world music festival 2015. foto oleh Antida Darsana

dalam sebuah pertunjukkan, ditinjau dari tingkat sibuk dan setresnya, bisa dibagi jadi 3 kelompok besar, untuk mengenali mereka bisa dilihat dari nametag yg dikalungin, atau yg ga pake nametag. kelompok pertama adalah Panitia. level sibuk: luar biasa. ini kelompok yang paling sibuk, krodit, mendebarkan sekaligus menyenangkan. yang pertama dateng & ga pulang-pulang. yang mukanya paling kusut tapi paling kenceng ketawa di backstage.

kelompok kedua: Pengisi acara. atau biasanya dapet nametag isi tulisan “artist”. level sibuk: diingetin-setiap-jam-sejak-pagi-tentang-jadwal-ceksound-sampai-jadwal-manggung. koloni ini ngga ribet-ribet banget, tapi ngga sante banget, mereka yang suka diteror sama panitia sebelum acara mulai.

kelompok ketiga: Penonton. level sibuk: sibuk selfie. ya udah, jadi penonton ga usah sibuk, dateng tepat waktu dan kasi tepuk tangan udah bikin panitia seneng, apalagi rame-rame :’)

Continue reading “bali world music festival 2015”

banyupinaruh

sanur beach, november 2015Minggu, 29 november 2015, Redite Paing Sinta, minggu pagi yang cerah ceria, selayaknya hari-hari di sasih kalima & kanem pada penanggalan bali, seperti minggu sebelumnya, saya masih belajar konsisten untuk menyempatkan olahraga seminggu sekali, olahraga pilihan saya: bersepeda. namanya juga pemula, kita mainnya yang deket-deket dulu ya, ga usah ikutin Mahayanthi atau om Marlo atau Ajik Samas, jadi start dari rumah di Biaung, biasanya ke sekitar Sasih, Ketewel, Sukawati, Tohpati, dan minggu ini saya pilih Sanur, karena banyak mba’ lucu lari-lari di pantai spot untuk nambah foto instagram. saya lupa kalau hari ini adalah Banyupinaruh, sehari setelah hari Saraswati, biasanya digunakan sebagai moment mebayuh atau menyucikan diri di tempat berair, seperti danau, sumber mata air, sungai, loloan, atau pantai. Continue reading “banyupinaruh”