yudisium

dipinjem dari pathnya Aditya Permana

dipinjem dari pathnya Aditya Permana

Hari sabtu kemarin timeline facebook dipenuhi foto kawan-kawan deskomvis STD Bali angkatan 2010 berkemeja putih, dasi hitam, rapih. Mereka yudisium.

Akhirnya :)

Saya sempat bertemu beberapa.., eh sebagian besar dari mereka di beberapa kelas, sempat juga menjadi pembimbing tugas akhir beberapa anak angkatan 2010 itu. Selama proses tatap muka, diskusi, asistensi, saya tak sampai jungkir balik, karena pada dasarnya mereka sebagian besar adalah desainer-desainer muda yg berbakat, sebagian besar juga bekerja sambil kuliah, jadi apa donk peran saya?

Ya menemani mereka saja, berlari disamping mereka untuk mengingatkan agar tak keluar jalur. Saya percaya kami sama, hanya saya sedikit lebih beruntung karena sudah mengalami likaliku tugas akhir terlebih dahulu, yg lainnya sama, setiap orang punya keahlian masing-masing.

Selamat yudisium Genk Kamis Manis (kelompok bimbingan TA saya) pada khususnya dan angkatan 2010 pada umumnya, kalau saya doakan kalian sukses dan ini adalah langkah menuju dunia nyata blablabla sepertinya basi banget, karena kalian sejatinya memang sudah di dunia nyata, jadi, saya doakan selalu kalian terus berkarya.

peraih 3 nilai terbaik, yg paling kiri itu kajurnya, iya, masih imut. *foto dipinjam dari pathnya si Dian

peraih 3 nilai terbaik, yg paling kiri itu kajurnya, iya, masih imut. *foto dipinjam dari pathnya si Dian

sampai jumpa di kolaborasi berikutnya.

nonton film

halo,

udah nonton Fast & Furious 7?

udah nonton Insidious chapter 3?

udah nonton The Avenger: Age of Ultron?

bagus ga? ada temen yang bilang FF7 bagus, tapi banyak adegan ga masuk akal, insidious cukup seram, eh konon insidious itu kan prekuelnya prekuel jadi sebelum yg pertama, tapi kenapa chapter 3 ya? kenapa ngga -3 aja? eh bukan itu topik gossip posting ini,

udah nonton Sendiri Diana Sendiri?

udah nonton Cinta yang Asu?

udah nonton The Fox Exploits The Tiger’s Might?

hah? apaan tuh? judul bokep terlalu serius, judul dokumenter terlalu asu *halah*, 3 film itu adalah film pendek (kamu boleh nyebutnya film indie biar kekinian), diputer di minikino weekend pertama bulan juni kemarin, menurut saya filmnya bagus, berani, masuk akal, dan memuaskan.

eh tapi kenapa penontonnya sedikit ya? ga lebih dari 20 orang, saya suka bingung kalau nonton film di minikino, lokasinya di kota, bayarnya kadang gratis, kadang donasi sesuka hati, filmnya juga ga jelek-jelek amat, ga serius-serius banget, menghibur hati yang lara, atau bisa jadi bahan obrolan sama gebetan, tapi kok yang nonton sedikit. sedangkan di bioskop yang mahalnya pake banget, tetep aja ada yang antre?

kenapa ya?

bekerja

“sol sepatu… sol sepatu… sol sepatu”

suara tukang sol sepatu sayup2 terdengar lewat di depan rumah, dari balik komputer saya mendongakkan kepala ke jendela, ya udah tau sih itu bukan tukang sayur, tapi pengen noleh juga, hebat ya mas tukang sol sepatu itu hari minggu, dia jalan kaki keliling

“yaa namanya juga kerja, ada yang kerja seperti kuda, karena memang perlu, ada juga yang karena passion”

halah, kenapa nyangkut ke passion? [lanjut ah…]