pai teh hingga mekalan – kalan

Gung ws & Cecelika

Minggu, 10 April 2016

Drama radio terdengar kencang dari rumah sebelah, aji & ibu sudah sibuk bersih-bersih di halaman, Gung herma -sepupu saya- dan Bli Made juga sibuk merapikan dekorasi di halaman, saya baru bangun dan bersiap mandi, sambil mengingat kegiatan apa yang mesti saya kerjakan hari minggu ini, pastinya bukan bersepeda ke sanur atau beli kompas minggu.

Tenda berhias kain putih sudah terpasang kokoh di beberapa titik di halaman, depan pintu utama, mrajan, depan garasi, belakang bale dangin. Gedong & bale dangin sudah berhias cantik, aroma dupa semerbak di setiap sudut, kalau lagi nyari foto, ini waktu yang tepat nih. Tapi sayangnya tugas saya hari ini bukan memotret, tepatnya sih saya ga punya tugas untuk event ini. Saya yg punya acara. Hehe.

Hari ini saya bersama keluarga akan meminang cece. Ditemani keluarga…besar. Continue reading “pai teh hingga mekalan – kalan”

ngeraos

nyedekin01

saya duduk bersila di bale dauh kediaman cece, di rumah bergaya tahun 60/70an karpet merah menutupi lantai tegel yang dingin, dindingnya krem agak kecokelatan, disebelah kanan ada Gungkak Mayun, cece ada di sebelah kiri saya, diikuti Aji, Aji Tu Dalem karang, Gungkak Alit, Bli Regen, Bli Made Dalem karang, sepupu saya Gung Herma, diseberang ada Ibu. Saya memandang keluar, hampir saja melompat keluar untuk ambil kamera dan mengabadikan moment seperti biasa, sedetik kemudian inget lagi kalau peran saya sekarang bukan dokumentasi, tapi pemeran utama x))

prosesi pernikahan adat bali bukanlah hal yang asing bagi saya, Aji saya adalah salah satu juru raos atau juru bicara di lingkungan keluarga besar jeroan dan sebagai asistennya saya senantiasa mengantarkan beliau pada acara-acara ngeraos/lamaran, dan tugas saya sebagai seksi dokumentasi keluarga juga membuat saya seringkali harus memperhatikan detail dan langkah-langkah prosesi perkawinan adat bali.

Tapi ini aneh.

nyedekin02

Saya berada dalam lingkaran, bukan sebagai penonton, tapi semua mata dan pembicaraan mengarah kepada saya, mereka sedang membicarakan saya, yang akan melamar gadis dari tuan rumah. Melamar teman sekolah saya sejak SMP-SMA. Kemudian saya bingung, habis nikah ngapain donk ya? Walaupun kami tidak setiap saat bersama, bahkan beberapa teman nggak tau kalau saya punya pacar, tapi udah cukup sering juga bersama-sama hadir di acara keluarga, beberapa tahun belakangan juga cece seringkali ikut pulang ke Gianyar setiap galungan.

Ya sudah, seperti 12 tahun yang lalu, kita jalani saja :)

sesi foto

099_GungWs&Cece_Edit_

suatu hari, teman jaman pergalauan, perkuliahan, senasib sepenanggungan nanya, “apa yang mesti disiapin pertama untuk memulai pernikahan?” – fyi temen saya ini udah punya pacar, pacaran udah lumayan lama juga, udah mau nikah juga, tapi dia bingung mau mulai darimana.┬ásetelah nyeruput es jeruk dibawah pohon ketapang di salah satu kedai di wilayah celuk, “ada 3 cara sederhana, bikin anak atau bikin list undangan atau bikin foto prewed, pilih sendiri lah” jawab saya sambil lanjut mengunyah kentang goreng. Continue reading “sesi foto”

Hawortia renwardtii

IMG_0013a

Sejak januari kemarin, kantor kami, Adventure & Spirit akhirnya selesai direnovasi, sekarang jadi….ya lebih kantor sih, tepatnya sih jadi lebih terang dibandingkan pertamakali saya datang ke sini, dapet ruangan di pojok, sendirian, dengan imac dual monitor, kalau ada zombie pasti saya yang paling telat kabur. sekarang udah tampak lebih luas, ada 4 ruangan, 1 ruangan bos, kemudian ruang tengah sebenernya 2 ruangan tapi tanpa sekat, untuk ruangan marketing, stock, dan diseberang sana ada ruangan manajer dan accounting, ruangan satulagi untuk meeting, oia tentu saja ada dapur, sumber semangat kerja & menimbun logistik. di ruang tengah ini saya bersama bagian stock, satu meja panjang berwarna cokelat dengan tembok putih agak keabuan. maskulin banget. ya cocok sih sama kegiatannya, tapi kalau tiap hari bengong di kantor dengan suasana “katos” begini, jadi pengen gedein lengen trus nongkrong2 di posko┬ábeli tanaman kecil untuk ditaruh di meja.

Mulai survey di sekitar kantor kebetulan ada beberapa dagang tanaman, cari-cari kesana tapi potnya gede-gede banget, hunting di pameran-pameran ga nemu juga yang ukuran pas, klo kekecilan nanti tenggelam sama kertas-kertas di meja, kalau kegedean nanti malah nutupin monitor, tiba-tiba suatu hari ada notif di instagram, facebook, twitter, dan semuanya ada follower baru, namanya @plantamory, logonya aneh, kirain akun peninggi-pelangsing atau pembesar payudara, eh ternyata si Baskara & Alit samuh, mereka jualan tanaman-tanaman untuk hiasan meja.

Katanya namanya Hawortia renwardtii, ukurannya sekitar 10 cm, dengan tinggi pot 6 cm, pohonnya 10 cm, bisa menyerap asap rokok, radikal bebas, niat jahat, iri hati dan dengki, menambah kejantanan, disayang istri, kebal peluru atau senjata tajam, eh iya gitu? ngga tau sih, tak pilih karena lucu aja,

liat aja di foto diatas, lucu ga?

lumayanlah pake temen ngobrol kalau lagi jaga kantor sendirian

radio of rock tour 2

a good night with goodnight electric
a good night with goodnight electric

Saya & tomat baru saja tiba di rumah sanur, masih bingung mencari parkir, terdengar white shoes & the couples company menyanyikan Aksi Kucing, waktu menunjukkan pukul 19.15, tampak dari luar rumah sanur penuh sesak, kami berjalan cepat dari tempat parkir ke penukaran tiket. Malam tadi rumah sanur menjadi tempat penutup tur Radio of Rock seri ke 2, menampilkan White Shoes & The Couples Company, The Hydrant, Efek Rumah Kaca, Goodnight Electric. Klo dipikir2 itu band-band lumayan lawas ya, angkatan sekitaran 10tahun yg lalu. Continue reading “radio of rock tour 2”