Uninstall Bootcamp

Gimana cara hapus partisi Bootcamp di macOS? begini….

 1.buka aplikasi Boot Camp Assisant (Application > Utilities > Boot Camp Assistant)

2. klik “Continue” untuk melanjutkan

3. kemudian akan muncul pilihan download Windows atau Uninstall Windows yang sudah terpasang pada komputer. karena pada kasus ini saya berminat meng-uninstall Windows & yang sudah terpasang pada komputer saya, maka saya pilih opsi “Uninstall Windows 7”

4. pilih “Restore” untuk menghapus partisi Windows dan mengembalikan ke harddisk ke sistem macOS seluruhnya.

5. masukkan pasword, dan klik OK

6. biarkan sistem komputer bekerja.

7. dan, partisi windows sudah terhapus. sekarang kapasitas harddisk sudah dialokasikan untuk macOS sepenuhnya.

yak, kira-kira begitulah langkah-langkahnya.

selamat mencoba

Garis di Illustrator

“Agung, klien mau garisnya lebih tipis lagi” kata kawan saya mengomentari desain yang tadi saya kirim.

sebuah desain ilustrasi sederhana yang saya kerjakan menggunakan software adobe illustrator CS5 (iya emang jadul, belum sempat update). Tadi saya set ketebalan garisnya 1 pt, sepertinya 0,5 pt sudah cukup, begitu pikir saya. seperti biasa, saya pilih objek garisnya, saya set ke 0,5 pt dan kemudian tidak terjadi apa-apa.

lha?

saya coba lagi, dan ketebalan garisnya tetap di 1 pt.

lha?

kerjaan yg mestinya 10 menit aja kelar, saya habiskan hampir 1 jam untuk trial dan error, dan googling-googling, akhirnya nemu jawaban yang sungguh sederhana nan jenius: hilangkan centang “Align to Pixel Grid” pada window Transform (Window > Transform), dan kita bisa mengatur ketebalan garis sesuka kita.

konon itu adalah fitur terbaru dari Illustrator CS5, untuk menghasilkan garis yg tegas & tajam untuk tampilan monitor, jadi software berasumsi untuk menghasilkan garis yang jelas, minimum ketebalannya adalah 1 pt, oleh karena itu dia “menolak” untuk dibuat lebih tipis lagi.

yak kurang lebih begitulah ceritanya. ada yang punya pengalaman serupa?

nonton sinetron

Saya sedang melanjutkan membaca novel Inferno dari tuan Dan Brown, terdengar sayup2 suara cymbal yg khas dan efek suara dramatis dari ponsel nya cece, “kamu nonton sinetron?”

“Iya” jawabnya sambil masih khusuk melihat ponsel, tak lama kemudian terdengar lagi efek suara yg sangat familiar tersebut, sebentar kemudian hilang lagi, iseng saya melirik ke sebelah, tangannya sibuk scrolling layar ponsel, lama kelamaan saya penasaran juga, akun youtube mana sih yg mengupload sinetron? Apakah jaman rebutan tv sudah berakhir karena sekarang semua pada nonton youtube? Dan ternyata sodara-sodaraaa, tebakan saya sepenuhnya salah, dia tidak buka aplikasi youtube, tapi instagram! Iya, social media yg sering dijadikan rujukan oleh banyak media nasional itu, ternyata menyediakan sinetron?!

Tapi kan di instagram cuma bisa upload video 1 menit!?

Story cuma 15 detik

Eh itu dari akun resmi PH nya??

kok bisa instagram yang penuh dedek-dedek luchu foto-foto keren bisa jadi tempat nonton sinetron?

Tenang sodara-sodara sebangsa dan setanah air yg sepertinya lagi kurang kerjaan sampai terdampar di blog ini, jadi begini, memang benar di ig cuma bisa upload 1 menit, dan memang cuma 1 menit, yak kebijakan ig belum berubah,
jadi klip2 disana kebanyakan hightlight dari episode tsb.

Bukan dari PH, tapi dari fanbase aktor/aktrisnya, nah.. disinilah dunia berubah.
Dulu kita eh saya pikir menonton film itu mesti dari awal sampai akhir, tapi ternyata ada pola lain, menonton demi idola, jdi klo saya kangen eh suka sama dek Chelsea Islan atau kak Dian Sastro trus mereka main sinetron, jadi saya cuma mau liat adegan yg ada merekanya aja, bodo amatlah ceritanya gimana, toh sinetron indonesia ceritanya gitu-gitu aja. dengan menonton di instagram, penonton juga bisa terlibat…ya setidaknya berkomentar, baper ketika melihat adegan yg romantis, dan memenuhi kolom komentar dengan hujatan ketika ada peran antagonis mengganggu idola mereka, bahkan seringkali komentar menjadi lebih panas, sepanas komentar penggemar bola.

sebenarnya ini mau nonton atau ngajak ribut sih?

Dulunya saya pikir dengan kecepatan internet dan jangkauan yg semakin baik, akan membuat pola menonton bergeser ke youtube, platform video yg sudah sangat dikenal, PH akan mengupload film2 mereka disana, para pengiklan berkumpul disana juga, penonton pun memiliki lebih banyak pilihan dan tak perlu lagi ada prahara keluarga karena rebutan channel tv, dengan begitu masyarakat lebih tentram dan kita bisa menjadi bangsa yg kuat kita bersinar!!!

Tapi nyatanya perubahan lah yg abadi, kadang penonton tak perlu cerita utuh, cukup melihat idola mereka sudah senang, mengobati kepenatan hari.

Setidaknya mereka masih memiliki kebebasan utk memilih scene mana yg ingin ditonton, semua senang, semua bahagia, dan tentu saja prahara keluarga terus berkurang.

Hiduplah Indonesia Raya

jadi, menurut kamu “internet cepat buat apa?”

Ceng Beng

Menikah diluar lingkaran “saudara” ternyata enggak buruk juga, ada banyak hal yang bisa dipelajari, bikin hidup lebih berwarna. setelah melewati upacara pernikahan yang meriah, upacara pemakaman yang juga meriah, sekarang tahun kedua saya ikut merayakan Ceng Beng atau Ching Ming atau Qing Ming… ya begitulah pokoknya.

Sebenarnya ritual antara Bali dan Cina tidak banyak berbeda, semua dirayakan dengan meriah, penuh warna dan mengacu pada leluhur. pada hari Ceng Beng pun demikian, sebuah perayaan untuk menghormati leluhur, warga tionghoa akan ziarah ke kuburan, membersihkan makan sekalian bersembahyang.

Walaupun sudah beberapa kali ke kuburan Cina di desa Carangsari ini, saya masih selalu terkagum-kagum dengan bentuk makam yang besar-besar banget, menggembung membulat pada ujungnya, dengan nisan yang besar lengkap dengan meja altar sebagai tempat persembahan, dan di beberapa makam nisannya masih menggunakan tulisan Cina, “ada yang masih bisa baca tulisan ini?” tanya saya yang sayangnya dijawab oleh geleng-geleng kepala seluruh anggota keluarga. saya pikir makam yang besar seperti itu hanya ada di film vampir Cina yang sering saya nonton di channel RCTI ketika kecil dulu, eh ternyata beneran ada, apakah peti yg besar dan berbentuk bunga seperti di film juga ada? katanya sih ada, tapi cuma digunakan sampai generasi kakek, untuk yang sekarang jarang ada yang dikubur, kebanyakan kremasi, prosesinya jadi lebih sederhana.

Ceng Beng 2018

Ceng Beng 2018

Ceng Beng 2018

Hari itu selain keluarga kami, tampak beberapa keluarga dari marga lain juga berkumpul di beberapa sudut area kuburan, kuburan jadi terasa riuh, saling sapa dan ngobrol karena jarang berjumpa, saya selalu tersenyum mendengar “nyama toko” ini ngobrol, menggunakan bahasa bali tapi dengan panggilan-panggilan nama Cina mereka 🙂

Ceng Beng 2018

Ceng Beng 2018

Ceng Beng 2018

Ceng Beng 2018

satu lagi yang saya suka dari ritual Cina, makanannya banyaaaak. babik pula. duh.. duh… duh.. mana sanggup ku menolak :))

*foto-foto diatas difoto menggunakan kamera fujifilm X-A2, diedit menggunakan VSCO

** “saudara” yang saya maksud disini adalah kerabat atau mereka dengan kasta yang sama ~petuah para tetua, nantilah saya ceritakan di artikel lain

radio atau spotify?

Selamat pagi, selamat datang di rutinitas nine-to-five-monday-friday,

Begitu sampai kantor, nyalain komputer langsung play spotify untuk update mood. kadang kalau kerja dirumah juga gitu sih, sebelum buka software untuk kerja, yg dibuka pertama adalah spotify.

Sejak spotify masuk ke indonesia, saya lebih suka menggunakan layanan musik streaming ini daripada mendengarkan radio, karena playlistnya banyak, lagunya juga banyak sampe kadang bingung mau lagu apa, klo udah bingung, jalan tengahnya pilih playlist “mood” aja dah, dan spotify dengan kerennya mengelompokkan lagu-lagu sesuai mood yg diinginkan. Kayaknya mereka bahkan lebih tau keinginan saya. Sampe sekarang masih pake yg versi gratisan, bukannya pelit sih tapi seringkali saya tak pernah tuntas mendengarkan satu playlist,  bahkan denger satu playlist bisa sampai berhari-hari utk mendengarkan semua lagu di playlistnya. selama masih bisa gratisan, bolehlah ya :p

Klo masalah iklan kadang emang ganggu, tapi masih lebih mending daripada iklan di radio,

Iklan di radio lebih lama daripada playlist tiap segmennya, dan lagi iklannya dan urutannya sama setiap hari. Jdi sekarang kita dengerin radio misalnya pas pulang kantor, lagu-lagunya oke nih, trus besok pulang kantor dengerin lagi, lagu-lagunya masih sama, iklannya sama, hari ketiga bosen dah. jadi lebih hapal sama iklannya daripada lagu-lagu yang diputer. belum lagi klo penyiarnya ga asyik. cowok sama cewek sama bawelnya, yaa..ada juga sih beberapa radio yang penyiar cowoknya masih terdengar macho, tapi ya ga banyak sih 🙁

Sampai sekarang belum nemu radio yang asyik, yang playlistnya fleksibel, bisa muterin lagu yang mainstream hingga cutting edge, yang penyiarnya asyik, iklannya seru. duh kok jadi banyak maunya.

eh pernah dink, tapi cuma setahun, trus radionya punah T.T