November 2017. Gunung Agung batuk-batuk, debunya terbawa angin ke arah bandara memnyebabkan industri pariwisata oleng, apalagi menjelang akhir tahun yang biasanya high season. saya saat itu masih bekerja di sektor pariwisata, dirumahkan bersama setengah penghuni kantor lainnya.

November 2017. Mama mertua meninggal. awan mendung dan rintik hujan mengiringi kepergiannya. Gunung Agung tampak berdiri kokoh di kejauhan, asap tipis sesekali terlihat dari puncaknya. Untuk pertama kalinya saya merasa tidak nyaman berada di jalanan pagi itu, dalam perjalanan pulang kampung menyelesaikan upacara untuk mama mertua. yang paling menyebalkan adalah menyadari saya saat itu tidak bisa membantu apa-apa.

November – Desember 2017. anak pertama menjelang upacara 1 oton/6 bulan dalam hitungan kalender bali. kami sedang fokus mengumpulkan dana untuk upacaranya. dan lagi istri sedang dalam tahap sidang akhir menyelesaikan S2.

Bukan tentang pamer kesedihan, Cuma sebagai pengingat bahwa hidup selalu berputar, kadang diatas, kadang dibawah, sialnya ketika lagi dibawah, ternyata rodanya kempes. dan ada banyak pesan moral yang bisa didapat kalau kita melihat dari sudut yang lain tanpa harus menggerutu. tapi hal itu saya sampaikan lain kali, kalau blog ini sudah berganti jadi blog motivasi.

Untuk sekarang, teruslah melangkah. keadaan tidak akan berubah jika kita hanya diam saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *