Skip to content →

bahagia itu kita

sejak lahiran si kecil sebulan lalu, otomatis perhatian semua penghuni rumah terfokus kepada sikecil, pusat semesta berpindah. baru bangun udah gangguin si kecil, sebelum kerja main sama dia dulu, pulang kerja nengok si kecil dulu. tak terasa besok sudah si kecil sudah 42 hari, dia sudah semakin kuat, kami (saya, istri, kakek & neneknya, dan tantenya) juga sudah semakin paham dengan kode-kodenya dan pola bangun-tidur-nenen-bobok-eek-bobok, jadi saya dan istri ke kota mencari bahan untuk persiapan upacara besok hari, kebetulan udah jam makan dan tidak ada makanan dirumah, kam imemutuskan mampir ke kreneng, mencari tahu tek langganan sejak dahulu.

sambil mengunyah potongan terakhir tahu tek, saya mengintip ke keramaian di sebelah gerobak tahu tek, ternyata ada odong-odong, mobil-mobilan dengan lampu warna-warni yang berputar pada relnya dan diiringi lagu anak-anak dari speaker yang nyempreng. dari 5 mobil-mobilan, terisi sekitar 4 anak ada yang sumringah, ada yang bengong – ini yang sering saya ndak ngerti, mereka merengek minta naik odong-odong, tapi setelah naik kok malah bengong? apakah sedang menikmati lagu atau takjub dengan muter2nya? entahlah- ada sepasang bapak paruh baya, mungkin pensiunan yang mengajak cucu jalan-jalan, sibuk mengambil foto cucunya yang lagi naik odong-odong menggunakan ponselnya. ada sepasang pasangan muda dengan penampilan sederhana melambaikan tangan ke anaknya yang lagi naik odong-odong dengan bahagia, dan beberapa anak-anak ditemani orangtua mereka berkerumun menunggu giliran berikutnya.

apa bedanya odong-odong ini dengan carousel di universal studio atau disneyland atau trans studio atau krisna funtasticland? uhm..untuk orang dewasa sih ya jelas beda, tapi untuk anak-anak sepertinya sama aja. mereka maunya benda yang bisa dikendarai dengan lampu kelapkelip dan musik yang meriah itu. dan ditemani oleh orang kesayangan mereka. entah orang tua atau kakek nenek, tempat mereka bisa mengadu dan merengek-rengek.

tawa anak di odong-odong dan senyum bahagia bapak tadi mengingatkan saya hidup mesti banyak-banyak piknik, jangan terlalu gawat, ada banyak hal yang bisa dinikmati, bahkan dalam keadaan paling gelap, karena bahagia itu kita yang buat.

 

sumber gambar: pixabay.com

Published in blog

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *