Skip to content →

emoni melali ke besakih

proses kreatif itu bisa macam-macam gayanya ;) difoto oleh Mangbut
proses kreatif itu bisa macam-macam gayanya ;) difoto oleh Mangbut

proses kreatif tiap orang memang berbeda, begitu juga dengan emoni, perpaduan anak-anak muda yang modern dan digital yang tumbuh dalam nilai-nilai tradisi yang sangat kental. mereka pengguna gadget2 modern, sangat dekat dengan internet, tapi sebelum memulai sebuah project harus diawali dengan laporan kepada yang diatas. oleh karena itulah, saniscara watugunung, 2 mei 2015 jam 10.30 malam saya sibuk merangkai syal menghalau udara di dingin di pelataran Pura Ulun Kulkul.

Sudah setahun lebih sejak album “Ning Ning Cening” beredar, sudah waktunya juga kami membuat karya baru, sebelum musim rekaman dimulai dan kebetulan ada waktu yg cocok di bulan juli & agustus nanti, kami sepakat utk nangkil ke Pura Besakih. menggunakan 3 mobil, 19 orang. jadi semua personel lengkap dengan kru yg kebetulan sedang tidak berhalangan.

“nanti kita akan nangkil ke pura-pura di Besakih di seluruh arah mata angin” kata Ajik Gungde sebelum berangkat. karena cuma satu kawasan, saya pikir gampanglah, sebentar aja selesai, sebelum matahari terbit juga sudah balik ke denpasar. let’s go!

Perjalanan spiritual kami mulai dari Pura Ulun Kulkul, tepat satu garis dengan Penataran Agung, setelah dari Pura Ulun Kulkul kami menuju keatas sedikit ke Mrajan Selonding. kemudian menuju Pura Basukian di sebelah Bancingah Agung. Kemudian kami lanjutkan ke Pura Kiduling Kreteg. tak terasa tepat tengah malam, bulan terlihat malu-malu di balik awan, lampu di pura pun hanya menyala di depan, di area pura hanya ada 19 pemuda-pemudi yg khusuk bersembahyang, dan sambil menunggu tirta, Ajik Gungde berinisiatif melatih vokal dengan mengajak tim melantunkan kidung warga sari, ga hapal? tenang. ada internet, googling, copy, share di grup, dimulai dari guru, Bella Delvia dan diikuti seluruh peserta :))

Usai di Pura Kiduling Kreteg, lanjut ke Pura Batu Madeg, kami lewat jalan sebelah utaranya Pura Ulun Kulkul, kemudian naik ke utara, Pura Batu Madeg menurut pemahaman arah saya ada di sebelah barat laut Pura Penataran Agung, kemudian lanjut..eh sebentar, ngantuk mulai menyerang, dingin, lelah, dan lapar. dengan tipikal tim yang “laper galak kenyang bego” lebih baik kita duduk dulu rehat sekejap dan membuka bungkusan betutu, jukut ares, kacang saur buatan ibu. hmm… :)

Nah, perut sudah terisi dan hari semakin pagi, mari kita lanjutkan ke Pura Gelap lokasinya ada paling atas dari Penataran Agung, berjalan sekitar 5 menit. baru saja berjalan, hujan rintik-rintik tiba, ga masalah sih mau diterobos, tapi rintik-rintik konstan dan ngantuk dan pagi-pagi buta bisa bikin mabuk. untunglah ada salah satu ide paling cemerlang kami, jas hujan plastik warna merah dan biru. kalau pagi itu ada yg kebetulan di Besakih dan ada issue sekelompok makhluk yg lewat dan berkerudung, mungkin itu kami. beres dari Pura Gelap kemudian turun dan menyebar ke pedharman masing-masing, titik berkumpul kami sepakati di Palinggih Ratu Syahbandar. dari sana lanjut ke Ida Pedanda Sakti Wau Rauh, dan ditutup di Penataran Agung.

Di Penataran Agunglah satu-satunya sembahyang ga pake gelap-gelapan, karena matahari permahan muncul, langit tampak biru, lengkap dengan cuitan burung.

nih denahnya kalau kamu bingung baca narasi diatas ;)
nih denahnya kalau kamu bingung baca narasi diatas ;)

Demikianlah perjalanan spiritual pencarian ide kreatif dari STT Emoni, jika kamu mau mengadakan perjalanan seperti itu, jangan lupa bawa Banten/Pejati pastinya, stok makanan karena jika tidak ada odalan, tidak ada dagang yg buka, bahkan toilet pun tutup, kalau belum bisa melampaui kesaktian Gus Yogi sebaiknya bawa jaket/syal disana dingin bung! jas hujan plastik, ini yg paling revolusioner walaupun wujud kita jadi agak culun tapi efektif bisa sambil bawa tumpukan banten dan bisa jadi penghalau dingin.

Jadi total perjalanan kami dari tiba jam 10.30 hingga sembahyang terakhir jam 6.30, kenapa lama? karena puranya banyak yang kami singgahi, perjalanan antar pura 5-10 menit, belum lagi persiapan sie kerohanian kami yang sungguh berdedikasi: Gung BJ.

emoni_jas hujan

ini pertamakalinya saya tangkil ke Pura Besakih dengan suasana sangat khusuk, amat sangat khusuk sampai lampu pun nggak nyala ;))

*sketsa dipinjam dari fb-nya Pak Widnyana Sudibya

Published in blog

One Comment

  1. Itu mungkin PLN lagi ngambek, sehingga bisa tambah sakral suasananya :D.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *