Skip to content →

Lelaki Harimau

Kalau ditanya “hobby kamu apa?” Saya pasti bingung jawabnya, biar cepet saya sebut: membaca. Cuma membaca utk mengisi waktu luang aja, kalau ditanya buku yg paling disuka atau penulis favorit, saya cuma inget aoyama gosho dengan detektif conannya atau Motohiro Katou dengan Q.E.D – halah! Dasar generasi komik! Ngga maniak banget, tapi kalau ada pilihan mengisi waktu luang, saya pilih baca daripada main game atau nongkrong. Bacaannya bebas bisa koran kemarin, majalah bulan lalu, novel, komik, hentai, echi *eh*. Dengan membaca bikin saya punya waktu utk diri sendiri. Hingga suatu hari saya terdampar di gramedia untuk mencari flipchart board saya selingi dengan melihat2 buku baru apa yg menarik, dan saya tertarik dengan sebuah buku dengan desain sampul bergaya woodcut, nuansa propaganda menggambarkan topeng manusia dengan paduan kucing, dengan latar merah, judulnya Lelaki Harimau, buah karya Eka Kurniawan.

gambarnya tampak menyenangkan :D
gambarnya tampak menyenangkan :D

Secara visual saya tertarik dengan sampulnya, dari sampul sepertinya ini bukan sekedar novel cinta2an atau balada cinta jarak jauh, sinopsis di cover belakang cuma bilang ada tokoh yg namanya Margio, kedapatan membunuh tetangganya dengan gigitan, “ada harimau di diriku” katanya. Ini toh eka kurniawan yg sedang naik daun itu, yg bukunya udah dialihbahasakan ke berbagai bahasa, yg cerita2nya meresap hingga ke bahasa kalbu. Saya pertama denger namanya dari Putri Wirasari yg bertugas jadi moderator di UWRF entah tahun lalu atau dua tahun lalu -lupa. Harimau atau lelaki pada buku itu seperti memanggil2 saya untuk membaca buku itu, sayangnya ga ada yg kebuka, dan belum gajian, duh cedih. Makanya besok2 gajian dulu baru ke gramedia, jadi saya memutuskan balik ke kantor bawa flipchart board tanpa novel Lelaki Harimau. Dan akhirnya suaru hari sepulang kerja saya mampir kerumah sanjay, disana saya melihat buku bersampul hitam dengan ilustrasi pria botak dengan makeup harimau, “temen2 comicotopia bisa gambarin wajahnya jadi lebih baik tuh….eh, Lelaki Harimau!? Wah kebetulan. Katanya ini punyanya astaditha yg baru selesai ia baca, kebetulan sekali lagi, saya pinjam dan coba baca. Kriteria saya memilih buku:

1. Sampulnya menarik.
2. Cara bertuturnya mengalir
3. Alur cerita tidak bertele-tele.

Sialnya Lelaki harimau punya semua itu (untuk cover yang baru ya :p), pada awalnya saya skeptis, dibuka dengan sore yg tenang dan tiba2 menggemparkan karena Margio kesapatan membunuh tetangganya dengan gigitan. “Apaan sih novel ini? Bab 1 udah berdarah-darah” tapi saya penasaran apakah ini akan mengarah ke supranatural atau tentang cinta remaja yg tak direstui? Mas eka tak dengan mudah memberitahukan jawabannya, kita diajak menyelami tokoh dan suasana satu persatu, banyak kali kita mundur ke waktu lampau, kadang diselingi dengan topik seks atau menyelami masa lalu tokoh2nya sehingga menyusun cerita seperti sekarang. Sungguh tak bisa ditebak. Mas eka membuat saya penasaran apakah novel2nya yg lain juga menarik seperti ini? Beliau menyatukan unsur seks, horor, thriller, klenik menjadi satu. Menarik. Yg saya gagal membayangkan adalah setting waktunya, saya kira terjadi pada jaman belanda atau sebelumnya, tapi sepertinya tak jauh dari masa kini, hanya berada ditempat pinggiran desa, pinggiran hutan, jauhlah dari hingar bingar macet dan twiter & brand2 cerewet. segitu aja dulu, saya mau  coba baca bukunya yang lain.

Published in review

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *