Skip to content →

masa remaja

Melihat foto2 jaman SMA yang disimpan oleh Yudha membawa kami kembali lagi ke sekitar tahun 2004-2006 jamannya nyali lebih besar daripada otak. Jalan dulu baru mikir mau kemana.  bagi sebagian orang, foto-foto lama adalah kumpulan aib, masa ketika masih ingusan, masih sok tau, masih sama gebetan yang ditolak bahkan sebelum menyatakan perasaan.

Melihat foto2 itu cukup bersyukur juga kami menghabiskan masa remaja dengan cukup berguna, tidak terjerat miras maupun pergaulan bebas, mengisi waktu luang menunggu pembagian rapot dengan naik ke Pucak Mangu, gunung batur, gunung abang bersama kawan2 sungguh tak ternilai. Kata orang jika kamu ingin mengetahui karakter kawanmu, ajaklah dia traveling, atau berilah dia kekuasaan, disanalah karakter asli seseorang akan terlihat.
istirahat dalam perjalanan mendaki gunung agung
sekitar pertengahan 2006, mendaki Gunung Agung
Ketika kamu naik gunung, kemampuan setiap orang dalam kelompok tak sama, ada yang kuat berjalan selama 1 jam tanpa henti, ada yang tiap 5 langkah bersujud istirahat dan minum. tapi selama saya dan kawan-kawan menjelajah gunung, bersyukur memiliki teman2 yang baik, kompak dan saling membantu, tak pernah sekalipun ada yang tertinggal, kami datang bersama, pulang pun bersama-sama.

Malahan kejadian temen yang ketinggalan itu ketika sembahyang ke Pura Besakih. Sampai sekarang ga paham kenapa bisa ada yg ketinggalan dan temen satu bis ga sadar temennya belum dateng.

Pernah juga naik gunung abang, naiknya biasa aja, tapi turunnya berbarengan dengan hujan, jadilah kami turun sambil prosotan dan curi-curi kesempatan pdkt sama gebetan. Eh trus guru agama kami yang ikut pendakian itu tiba2 lewat dan lompat kecil dan lincah sambil membawa sayur paku, “ayo semangat semua!” seru si bapak.

Kami bengong.

Masa lalu tidak harus dilupakan, tapi bisa juga sebagai cerminan dan tolak ukur sudah sampai mana kita saat ini. Sudah sejauh mana perjalanan. Apakah hanya ditempat yang sama atau melesat terbang jauh?

btw, melihat foto-foto ini jadi kepikiran, apa sih motivasi kami untuk ikut naik gunung?

“gejolak kawula muda” kata kawan saya
Bersama Yudha di puncak Gunung Agung
bersama @bgskesumayudha di puncak Gunung Agung, sekitar tahun 2005

Published in blog

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *