Skip to content →

menuju mini konser pygmos

duo pygmos bersiap untuk menggelar konser perdana & memamerkan music video mereka (c) Anggara Mahendra
duo pygmos bersiap untuk menggelar konser perdana & memamerkan music video mereka ©Anggara Mahendra

Pada suatu hari, sebelum rilis album pertama pygmos, saya & sanjay lagi ngobrol2 santai, “kalau kalian nanti mau bikin acara launching album, sepertinya minikino/irama indah tempat yang tepat, tak lebih dari 100 orang, dalam ruangan, tak terlalu kecil atau besar, pas lah utk kalian berdua” kata saya kepada sanjay, dia setuju tapi sepertinya belum niat utk mengadakan pesta rilis album, kapan-kapan kita wujudkan deh.

Menjelang tengah malam, pulang dari kediaman Deny & Ayu denfilms, kami baru saja review video musik perdana pygmos yang tak terasa sudah tertunda selama 4 bulan, tinggal beberapa shoot foto pepohonan, saya memikirkan nama-nama yg sekiranya bisa ditodong utk diminta fotonya, tiba2 sanjay nyeletuk, “gimana kalau kita bikin acara launching video klip?” Jujur saja saya tak pernah sreg dengan ide launching video musik, karena belum paham keinginan & rencana sanjay, saya biarkan dia menjelaskan idenya, “kita pakai rencana yg dulu di minikino itu” ujarnya. “Coba tanya zenith dulu, dia mau ngga? Klo kalian berdua sudah oke, aku siap aja utk bantuin” jawab saya. Dan ternyata mereka serius mau bikin acara launching video musik.

igun, salah satu komporer acara ini © Anggara Mahendra
igun, salah satu komporer acara ini ©Anggara Mahendra

Kita mulailah ngobrol2nya, dibantu juga dengan igun. Jadi ada duo pygmos + saya + igun, kami mulai diskusi menyamakan pendapat dan kami setuju penonton konsernya tak lebih dari 100 orang, intim, guyub, akrab, mesra, sapa tau pulang dari nonton dapet kenalan.., eh. Kemudian mulai mencari pilihan tempat, ada 2 kandidat: 1 mini hall irama indah. 2. bumi stage balawan. Tempatnya tak perlu besar. Nah, kendala pertama: setelah menghubungi Edo Wulia, perwakilan irama indah, mini hall irama indah tidak bisa digunakan saat weekend hingga akhir januari, kalau mau amannya ambil hari biasa. Yang kedua: bumi stage ternyata sedang renovasi, belum bisa ditentukan sampai kapan. Bukan masalah besar sih mau weekend atau bukan, tapi kalau weekend jadinya lebih santai persiapannya, tapi mesti menunggu hingga bulan depan, basik! Madingnya udah terbit! Yasudah, kita ambil antara senin-jumat. Berikutnya tugas sanjay utk menyesuaikan jadwal para pengisi acara, ada Rahaji, Nusan, & Fendy. dan jadwal additional player yg mesti segera disesuaikan, ada fendy & nusan, terutama fendy-yang-maha-dimana-mana dengan jadwal yg ketat bahkan dia sampai ga inget hari apa tampil bareng siapa. Akhirnya diputuskanlah konser diadakan hari Senin 11 januari 2016. tidak ada alasan khusus. saya lanjutkan kontak dengan Edo, dan diijinkan dengan lancar. yes tempat sudah siap. Rahaji sebagai pembuka pun sudah oke, additional player Fendy & Nusan siap berangkat.

nama acara? setelah muter-muter memilih padanan kata ala-ala anak indie, akhirnya kembali juga kepada “Kabar dari Hutan”, ya karena lagu-lagunya masih seputar album itu, menurut kami frasa itu sudah sangat mumpuni untuk menjelaskan semuanya. Igun menyiapkan undangan media & kawan-kawan, membuat press release dan menyalin daftar media yang sekiranya bisa diundang. Atas usul beliau juga sebaiknya pygmos tak hanya merilis musik klip tapi juga lagu baru. Jadilah mereka masuk studio rekaman lagi.

barengan dengan itu poster acara juga mesti disiapkan. kebetulan saya liat Ngrh Yudha lagi di Bali, marilah kita berjumpa di angkringan kapal sambil ngobrol-ngobrol tentang project yang tertunda. hahaha. Dia memang ilustrator berbakat, berbekal review klip cerita tentang pohon, dan dalam sehari jadilah artwork yg kalian lihat sebagai publikasi, dikerjakan secara manual lho, walaupun sanjay jadi kegantengan & zenith kelewat cantik, namanya juga ilustrasi, dimaafkanlah.

artwork oleh @ngrh.yudha
artwork oleh @ngrh.yudha

sekitar 6 hari sebelum acara, sepulang kantor saya mampir kerumah sanjay, sambil ngecek kembali kira-kira apa yang kurang, sambil membuat form registrasi juga. kami coba beberapa pilihan, tes berkali-kali untuk cara daftar, apakah memungkinkan mendaftarkan dengan 2 email, konfirmasi pendaftarannya bagaimana, dan lain sebagainya. Menyiapkan agar semuanya berjalan dengan baik, sayangnya kami lupa mengantisipasi rasa pesimis kami, salahnya saya juga diskusinya sama sanjay yang woles banget, “kita limit ga yang registrasi?” kata saya ke sanjay yang membalas dengan ekspresi “buat apa”, “oh well.., yg daftar 30 biji juga udah cukuplah ya” kata saya, “yah, kalau ga ada yang dateng ya kita sms aja temen2 suruh dateng” sambung sanjay. sip.

lagipula waktunya mepet, 6 hari sebelum acara baru gelar promosi, siapa yang mau dateng? pikir kami.
[poster sudah boleh diuplod belum?] tanya igun di grup whatsapp pada hari rabu pagi,
[iya boleh, upload aja] balas sanjay. kemudian kami tenggelam dengan kesibukan masing-masing. maklum ya, eo amfibi, nyambi jadi pekerja kantoran juga. ketika jam makan siang, disela istirahat siang saya sempatkan ngecek pergerakan poster acaranya, dan melihat sudah dishare oleh teman-teman, teman, teman, temannya teman, temannya teman – teman, dan saya ga tau entah siapa lagi yg share dengan antusias. wah, gawat ini. karena jadwal hari kamis selalu padat, sampai rumah sudah kemalaman, besok ajalah ngeceknya. lelah

jumat pagi, setelah semua nyawa terkumpul lengkap, saya langsung siaga di meja kerja saya, koneksi internet aman. login. view report. 87 responden.

87 responden.

saya buka whatsapp, [sudah lebih dari target nih, tanggung jawab ya] sent to grup. kemudian semua panik. kapasitas 90, yang daftar udah 87, belum lagi yang undangan, sebelum semuanya semakin tak terkendali, saya pasanglah limiternya, maksimal 90 orang. ga signifikan sih, tapi daripada semua berantakan!? selesai setting limiter, saya tinggal berangkat ngantor. baru saja tiba di kantor sudah menerima pemberitahuan di email, [form anda sudah mencapai batas maksimal dan tidak menerima responden baru]. hahahaha. pertamakalinya bikin acara pake registrasi dan pertamakali juga nutup registrasi dalam waktu 24 jam. sombong bener pygmos ini!? :)) tempat sudah oke, sound sudah, bahan untuk launching sudah, tapi pusing belum hilang karena kelebihan kuota ini, dari beberapa opsi, akhirnya dipilihlah pilihan lesehan. mohon maaf buat yg kesemutan, biasanya anak muda jarang kesemutan sih klo duduk-duduk sambil nonton konser gitu.

dan hari yang dinantikan tiba, sejak pagi sanjay, igun & zenith sudah rame-rame di grup memastikan semua perlengkapan sudah ada, dibantu juga oleh momo & mangbut dari official emoni, mempersiapkan tempat sejak jam 11 siang hingga menjelang sore, di meja registrasi ada sarah & yaya, di lapak merchandise sudah ada reza monet, beberapa teman tampak sudah duduk2 didepan panggung ngobrol2, wajah-wajah familiar sudah bertebaran, capeklah kalau disebutin satu-satu, intip di fotonya anggara ya ;)

tamu spesial, om Dadang baru datang dari Perancis, langsung berduet bareng Rahaji ©Anggara Mahendra
acara kecil bertabur bintang. kolaborasi Dadang – Rahaji – Fendy ©Anggara Mahendra

jam 19.05. kita mulai sekarang? Tanya igun, “10 menit lagi, yuk kita persilakan penonton masuk dan cari tempat lesehan. Saya keliling di belakang panggung, final check memastikan semuanya baik-baik saja, zenith masih mencret? Acyd gambar-gambar & video-video sudah siap? Udah ke toilet? Momo & mangbut set panggung aman? Nusan sehat? Well tampaknya semua baik-baik saja, saya memberi tanda kepada Igun & Sanjay, mari kita mulai pertunjukkan, Rahaji membuka dengan gemilang, apalagi ditambah duet bersama om Dadang, saya kira om Dadang cuma duduk-duduk dipojok, ternyata duet di lagu terakhir, pamer gitar baru pula. setelah duet oom2 tadi, saatnya pygmos tampil, nusan pada perkusi, zenith pada vokal-glocken-dan banyak lagi lainnya, sanjay pada gitar & vokal, Fendy pada bass satu persatu naik ke panggung, beri tepuk tangan donk, dan sambutan puitis dari Zenith membuka lagu Those Monsters…

pygmos + Nusan pada perkusi + Fendy pada bass ©Anggara Mahendra
pygmos + Nusan pada perkusi + Fendy pada bass ©Anggara Mahendra

Production Team Kabar dari Hutan:

production manager: Gung ws
stage manager: Igun
sound engineer: Gung Andi
opening act: Rahaji Sidhi, Dadang SH Pranoto
art work: ngrh. Yudha
poster designer: yansanjaya
Video instalation: acyd
video documentation: project art team (pasek, bagong, satria)
photographer: anggara mahendra, ayiex falgunadi, aditya permana, commaditya,
mc: kristina komalasari
stage support: momo, putra mulyawan

Pygmos adalah:

Zenith Syahrani: vocal, glockenspiel, kazoo, krincingan, pianika,
Sanjaya Adi Putra: gitar, vokal, dan hal-hal kecil lainnya

seru! :D foto oleh Ayiex Falgunadi
seru! :D foto oleh Ayiex Falgunadi

facebook: pygmy marmoset | twitter: @pygmos | instagram: @pygmos | soundcloud.com/pygmy-marmoset

Published in backstage

2 Comments

  1. *pertamak! eh ini belum ada yang komen apa karena komennya di moderasi ya? ahk masa bodo, pokoknya pertamak!

    eh kalian semua keren lho!

    • gungws gungws

      makasi om,
      yuk kita buat tur 9 kabupaten aja gimana, om :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *