Skip to content →

Pura Gunung Kawi

Gunung Kawi

alkisah hari minggu kemarin saya sedang mencari lokasi prewedding untuk sepasang kawan lama, tapi berhubung mereka sibuk, jadinya cuma saya dan cece yang berangkat untuk survey tempat, tujuan kami Pura Gunung kawi di Tampak Siring, sekalian mampir menengok mb’ Srie yang baru saja melahirkan.

oleh karena saya perlu melihat & mengukur intensitas cahaya dari terbit hingga kepanasan, kami memutuskan untuk berangkat pagi-pagi, jam 5 pagi alarm saya sudah meraung-raung, sayangnya 30 menit kemudian saya baru bangun, langsung melesat, dandan biar ganteng, soale nanti difoto…eh sebentar, yang berangkat saya & cece, saya fotografernya, berarti yg difoto cece donk…. :| ya udah, ga usah dandan. berangkat.

berbekal kamera pinjeman dari kak Anggara Mahendra, sebuah DLSR D700, lensa 35 mm & 50 mm, tapi karena males bongkar pasang jadinya saya cuma pakai yang 35 mm aja, lagipula kamera & lensanya udah bagus, lebih dari cukuplah untuk keperluan saya saat itu. hasilnya, seperti dibawah

cece 01

cece 04

cece 06

cece 07

foto-foto lainnya ada di flickr saya, mampir nae, biar ga dipenuhi sarang laba-laba :p

Pura Gunung Kawi terletak di Kecamatan Tampak Siring, Gianyar, sekitar 40 km ke utara dari kota Denpasar, 1 km sebelum Istana Tampak Siring/Tirta Empul. tiket masuk untuk dewasa Rp 15.000/orang, loketnya buka mulai pk. 07.00, tapi kami kemarin tiba pukul 6.30, nunggu sambil makan bubur di depan pintu masuk, hingga jam 7 lebih belum juga ada tanda-tanda loketnya buka, ya udah kami masuk aja. yang perlu disiapkan kalau berkunjung ke sana: kamen & selendang, karena termasuk areal pura, selain itu biar tampak lebih religi & berbudaya gitu deh. siapkan juga stamina dan semangat karena untuk mencapai Pura Gunung kawi mesti turun melewati beberapa anak tangga, iya beneran kok cuma beberapa. kalau untuk prewed atau mungkin syuting sebaiknya ditanyakan ke penjaga loketnya ;)

Pura Gunung Kawi bisa jadi salah satu spot asyik untuk foto-foto ceria, candi-candi yang gigantik dan mengagumkan, tempat yang sejuk, dan karena berada dibalik bukit, sinar matahari tak terlalu keras menyinari objek foto. demikian laporan saya. sampai jumpa

Published in blog photography

2 Comments

  1. a! a!

    giliranmu kapan prewed, gung? aku mau kok bagian konsumsi.

    • gungws gungws

      makasi mas anton, saya catat dulu di list kepanitiaan & donatur ya :p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *