Skip to content →

radio of rock tour 2

a good night with goodnight electric
a good night with goodnight electric

Saya & tomat baru saja tiba di rumah sanur, masih bingung mencari parkir, terdengar white shoes & the couples company menyanyikan Aksi Kucing, waktu menunjukkan pukul 19.15, tampak dari luar rumah sanur penuh sesak, kami berjalan cepat dari tempat parkir ke penukaran tiket. Malam tadi rumah sanur menjadi tempat penutup tur Radio of Rock seri ke 2, menampilkan White Shoes & The Couples Company, The Hydrant, Efek Rumah Kaca, Goodnight Electric. Klo dipikir2 itu band-band lumayan lawas ya, angkatan sekitaran 10tahun yg lalu.

wsatcc
white shoes & the couples company

Didepan panggung sudah disesaki oleh penonton, mau ikut kesana gerahnya minta ampun, akhirnya nonton dari sisi kanan panggung, mengintip dari sela-sela pohon palem. Penampilan wsatcc memang selalu mempesona, nostalgia suasana masa lampau selalu berhasil dihadirkan, ciamiklah! Kurangnya satu, mba melanya ga ada :'( #teammela

Setelah itu ada band tuan rumah, punggawa rockabilly dari bali yg vokalisnya tak pernah lupa membawa sisir & saputangan: the hydrant, saya lupa kapan terakhir kali menonton mereka, mungkin jaman downtown groove & moshpit mavericks masih aktif, sekitar 2008…nah lawas juga kan, akhirnya sekarang mereka muncul lagi, masih energik seperti dulu, yg berbeda cuma gitarisnya.┬áSetelah the hydrant kemudian muncullah Efek Rumah Kaca atau yg akrab disapa ERK, saya selalu terbayang mereka ini adalah band mapan -personelnya yg mapan- dan terpelajar, karena mas cholil yg sibuk dengan sekolahnya, bahkan denger2 lagi ERK akan hiatus lagi utk 4tahun karena istrinya mas chollil mendapat beasiswa utk program masternya di amerika. Okesip! Warbyasak. Tak disangka ternyata fans ERK melimpah ruah, selalu saja ada yg ikut bernyanyi disela lagu mereka, bahkan penonton berhasil memaksa mereka utk encore satu lagu. Puass! puas ngerjain band :))

efek rumah kaca
efek rumah kaca

Eh, belum selesai men, ada goodnight electric, mari kita berjoget elektric synthesizer, eh wait.., electric? Synthesizer? C’mon men, itu udah lawas banget! Yoih, kan udah dibilangin ini pestanya gerekan skena lawas, GE ini terakhir kali tercatat mengeluarkan album sekitar tahun 2007, yg mengenalkan saya dengan musik mereka ini si esha, awal masuk kuliah seni rupa. Kalau pita maha adalah referensi visual tradisi kami, swiss design kiblat desain kami, maka musik & attidude new wave kami dipengaruhi oleh GE & genk IKJ. Walaupun hampir 10tahun yg lalu, ternyata kami masih bisa berjoget menikmati musik mereka!

Njirr.., anak2 lawas

Published in blog

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *