Skip to content →

Rekaman

IMG_6470
fokus

Pertamakali masuk studio rekaman itu sekitar kelas 3 SMA, mau buat rekaman bareng temen ngeband semasa sekolah, tapi saya ga ikut jadi personelnya sih, cuma tukang foto-fotonya. Trus yg beneran ikut rekaman klo ga salah awal2 kuliah, diajak sama Boni bikin band pop iseng2, eh malah lolos seleksi lomba band yg disponsori rokok. Lupa nama bandnya apa. bareng Amboni Askatriada sebagai gitaris & vokalis, Betok sebagai bassist, Renitha pada violin, saya waktu itu jadi drummernya, entah Boni yg ga gaul atau dia emang ga ngerti lagu? Saya yg mainnya ga konstan, waktu rekaman kacau banget, tempo naik turun, eh tetep aja diajak. Rekamannya di studionya om Jimi Silaa (sekarang studionya udah tutup) rekaman jam 9 malam sampai 3 pagi, om Jimi udah pusing dia mesti rekam musisi-musisi cemen ini (eh saya aja sih yang paling cemen) :)))

Sejak ikut wara-wiri dengan emoni, perkara rekaman jadi makin lumrah, tapi bukan jadi operator atau musisinya, cuma jadi team supportnya, dan ngatur jadwal. Halah. Setidaknya cukup akrablah dengan perlengkapan rekaman. Hingga pada akhir tahun kemarin, sekitar awal bulan november @yansanjaya mengabarkan kalau BandaNeira akan datang ke Bali buat rekaman di Antida Studio selama seminggu.

Nanda & sanjay dari pygmos sedang berdiskusi tentang aransemen baru untuk lagu lama
Nanda & sanjay dari pygmos sedang berdiskusi tentang aransemen baru untuk lagu lama

Sebagai teman seperjuangan seper-folk-an, ada baiknya menengok mereka, jadi sepulang kantor saya mampir ke Antida,bertemu Rara & Nanda. Hari pertama perjumpaan dengan mereka saya isi dengan ngobrol-ngobrol aja. Lama tak berjumpa dan basa-basi sederhana seperti efektivitas tinder, nginep dimana, dan dimana tempat pijat bagus di sekitar penginapan. Kalau tak salah, hari ketiga mereka rekaman, saya pulang dari kampus renon, berhubung malam belum larut dan belum ada yang nunggu dirumah :p saya mampir lagi ke Antida, kali ini lebih ramai, ada sanjay, guswib, bayu rollfast, kupit, rencana saat itu cuma sekedar mampir aja sambil mengisi waktu luang, toh studionya ga jauh dari rumah. Selesai makan malam, mereka semua kembali masuk ke ruang rekam, saya tunggu di luar sambil scroll-scroll timeline social media, tak lama kemudian Rara muncul lagi dari balik pintu,

“bli gung, ayo masuk” ajaknya,

“ngapain? Kalian lanjut aja rekaman” jawab saya,

“iya ini mau rekaman tapi perlu banyak suara” sahut rara lagi, “yuk”,

saya akhirnya masuk ke studio, penasaran mereka mau bikin apa sih? Di ruang rekam headset dan microphone sudah siap, dikelilingi sanjay, kupit & guswib. “jadi kita nanti mengisi backing vocal untuk lagu Pelukis Langit, suaranya jangan yang rapih, harus berantakan, otentik, suka-suka kalian lah” Nanda memberi penjelasan singkat. Sebelum tombol rec ditekan, saya yakinkan Nanda apakah saya boleh ikut nyanyi disini? Yakin mengijinkan saya mengisi suara saya yang sumbang ini? Mereka menjawab iya dengan santai. Ternyata Boni bukan satu-satunya orang gila yang saya temui.

Ini nih lagu yang kami rekam (yang ada suara sayanya lhoo)

Saya sudah ikhlas, kalau di rilisan fisik ada halaman ‘terima kasih kepada’, untuk album banda Neira sudah saya ingatkan, jangan ragu & malu kalau mau menambah halaman ‘sorry to’ untuk yang sudah mengisi track tapi akhirnya kami hapus.

Setelah seminggu di Antida, denger-denger mereka lanjut rekaman di Jogjakarta, studio Kua Etnika. Berkolaborasi dengan kawan-kawan jogja, ada Gardika Gigih, Layur. Asyik banget ya rekaman sambil jalan-jalan. Oia studio tempat mereka rekaman itu tempatnya rangga & cinta berantem dan akhirnya *ahsudahlah*

Pertengahan maret saya menerima paket dari Nanda, sebenernya saya cuma perlu balasan whatsapp dimana bisa beli albumnya, eh ternyata malah dikirimin album terbaru Banda Neira, terima kasih sudah mau berpartisipasi di album kami , katanya. Saya terharu, tidak ada segmen sorry to, tapi ada nama saya di halaman terima kasih. Terharu.

Dulu jamannya kaset saya suka banget ngeliatin booklet dari musisi-musisi itu, liatin lirik lagu sambil baca ucapan terima kasih, sambil penasaran gimana caranya terima kasihnya bisa banyak gitu, emang segitunya ya? Akhirnya jawaban itu bisa terjawab sekarang. Proses pembuatan album musik adalah proses yang sangat panjang, banyak pihak yang terlibat, yang bisa dinilai dengan materi maupun bantuan tak terhingga.

Terima kasih Rara & Nanda sudah mengajak saya rekaman lagi bahkan membiarkan suara sumbang samar-samar saya tetap ada di lagu.

Sampai jumpa

Published in backstage

One Comment

  1. Saya malah belum pernah rekaman. Mungkin karena gak artis. Hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *