Skip to content →

sesi foto

099_GungWs&Cece_Edit_

suatu hari, teman jaman pergalauan, perkuliahan, senasib sepenanggungan nanya, “apa yang mesti disiapin pertama untuk memulai pernikahan?” – fyi temen saya ini udah punya pacar, pacaran udah lumayan lama juga, udah mau nikah juga, tapi dia bingung mau mulai darimana. setelah nyeruput es jeruk dibawah pohon ketapang di salah satu kedai di wilayah celuk, “ada 3 cara sederhana, bikin anak atau bikin list undangan atau bikin foto prewed, pilih sendiri lah” jawab saya sambil lanjut mengunyah kentang goreng.

kalau saya yang pertama adalah bikin list undangan, siapa aja yang mesti diundang, terutama temen2 deket jangan sampai ketinggalan, bikin aja dulu listnya, tanggalnya nanti aja gpp. kemudian cece tiba-tiba pengen foto prewed…halah. saya bukan tipikal yang suka dandan dan berpose sambil nunjuk2 bintang di siang hari, atau mesti bangun pagi-pagi buta untuk pake kostum berkilau motif berwarna emas (eh kok malah kebayang saint seiya ya?) trus ke balik gunung batur ngejar matahari terbit. “enggak kok, kita fotoan yang kasual aja, aku mau pakai dress putih, kamu pake kemeja putih aja” katanya cece, terdengar cukup masuk akal, bolehlah. untuk tempatnya kami pengen yang ga banyak orang, karena kami orangnya pemalu sih, hehehe, dan ga jauh-jauh juga, oleh karena itu, tempat foto yang banyak beredar seperti museum bali, pantai mertasari, kelurahan serangan, pantai pandawa, daerah kintamani-batur sudah kami coret dari pilihan, kemudian inget satu tempat kami pernah tersesat tahun lalu, ga terlalu jauh, di klungkung, di deket jembatan yang panjang itu, agak masuk ke deket pantai. suasana tempatnya bisa berubah sesuai musim, kalau musim kering seakan-akan ada di afrika, kalau musim hujan seperti di klungkung *yaiyalah*, survey dulu kesana, lumayanlah jalannya ala-ala balap lumpur gitu, maskulin bangetlah apalagi kalau pakai mobil 4wd atau motor trail, sayangnya yang ada cuma mobil ayla, untunglah dia tetap tabah diajak ke tempat yang enggak-enggak.

trus yang foto siapa? iya sih saya biasanya fotoin temen-temen prewedd, masak iya saya fotoan bawa tripod atau tongsis aja? demi mengurangi kerepotan, saya pilih Ote Permana dari AGRAphoto, kami pilih Ote karena komunikasinya enak, nggak ember, gampang dihubungi, bisa mewujudkan apa yang kami inginkan. selain itu kami bukanlah model yang baik, suruh saling menatap penuh kasih aja ga bisa padahal kalau di -ah sudahlah- yah pokoknya kak Ote juga bisa mengarahkan pose kami yang standar banget jadi lumayan ga malu-maluin lah, hasilnya jadi seperti ini

GungWs & Cece

GungWs & Cece

GungWs & Cece

GungWs & Cece

oia, makasi juga ya buat Windu Sari Makeup, yang udah kebut2an dari imbo ke biaung, trus sampe depan gang baru nyadar kotak makeupnya ketinggalan, trus balik lagi, kamu warbyasak, dik! berkat sentuhan Windu Sari Makeup, editornya jadi ga perlu capek2 potosop-in. hueraay :D terima kasih juga buat @gungwitari yang setia menjadi asisten mempersiapkan semuanya, sampai kehilangan payung karena tertiup angin ke tengah kolam :))

semoga amal baik kalian mendapat balasan yang setimpal! *lempar bunga-bunga

foto-foto lainnya bisa dilihat di flickr

Published in blog

2 Comments

  1. kok berasa tumben melali ke gung.ws lagi ya? hhihihi.
    selamat nggih bli, semoga rahayu selunglung sebayantaka riwekasan #aispeh

    • gungws gungws

      iya nih, lama kita ga blogwalking, eh ternyata disana masih rajin nulis,
      salam buat Kiandra yaa ;)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *