Menjelang petang, kepala mulai pusing, perut mual, sepertinya efek telat makan tadi pagi, lelah akumulasi begadang beberapa hari terakhir, seharian disemprot kipas angin, dan cemas sepanjang hari. membuat saya menyerahkan form-form pemilihan DPRD itu kepada teman yang lain. masih ada 2 jenis form dan copy-nya yang mesti diselesaikan, tapi saya sudah tak sanggup lagi. ingin rasanya rebahan dirumah dengan segelas teh hangat, tapi kerjaan rekapitulasi suara pemilu serentak ini masih belum selesai dan belum menunjukkan tanda-tanda segera pulang, akhirnya mampir ke warung sebelah TPS untuk beli tolak angin (andalan untuk pertolongan pertama pada masuk angin) dan syukurnya berhasil! kondisi kembali membaik. gass pol lagi!

Pemilu 2019 ini bakal jadi salah satu momen yang layak dikenang, awalnya iseng aja saya terima tawaran menjadi anggota KPPS, niatnya sih pengen tau sistem pemilihan itu seperti gimana, karena biasanya cuma jadi warga nongol pas waktu nyoblos, nunggu sebentar, trus masuk bilik suara, nyoblos, pulang deh. dan sepertinya saya salah banget menerima ajakan jadi KPPS ini di pemilu menu lengkap ini. jumlah pilihan yang banyak, mulai dari Presiden & Wakil Presiden, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kota, hingga DPD. waktu pencoblosannya sih tepat waktu hingga pukul 13.00 tapi rekapitulasinya sampai malam subuh brooo. selain itu juga karena sebelum hari H tak ada pengarahan tentang tatacaranya, jadi gugup sepanjang hari. seperti tiba-tiba dilepas di medan perang dengan bekal bambu yang belum diruncingkan.

yang paling bikin pusing itu sih ketika mengelompokkan form-form yang mesti dilaporkan dan dibagikan ke saksi maupun pengawas pemilu. mana yang namanya form C-KPU, form C-2, form DPT, DPTb dan sebagainya, dan tak ada yang bisa memastikan apakah form ini adalah form yang tepat, jadi solusinya setiap selesai mengisi satu form, ketua KPPS mengirimkan gambarnya ke grup KPPS untuk mendapatkan approval.

sungguh, bekerja tanpa panduan apalagi yang menyangkut orang banyak bikin tingkat stress melambung tinggi.

proses penghitungan suara utk presiden. masih aman.

ingatkan saya jika nanti terjebak lagi menjadi KPPS untuk mempersiapkan semuanya, misalnya:

siapkan kertas/form untuk mencatat surat suara yang diterima sebelum memulai pencoblosan/pemungutan suara. hal ini akan memudahkan ketika rekapitulasi nanti.

kemudian petugas atau tempat untuk meletakkan form c6 pemilih ketika baru datang secara berurutan, sehingga ketika pemanggilan nanti sesuai urutan kehadiran. yang datang pertama lah yang akan mencoblos lebih awal.

ketika warga sudah dipanggil untuk masuk ke bilik suara, selalu pisahkan form C6 menurut gender. ini memudahkan kita untuk mengecek ulang ketika rekapitulasi.

pisahkan surat suara yang tidak digunakan.

ketika penghitungan suara, pisahkan suara yang sah dan tidak sah. beri tanda yang jelas.

ketika penghitungan set pertama selesai, serahkan kepada petugas yang lainnya untuk menyalin C1-plano ke form C1. dan pastikan perlu berapa salinan yang dibuat.

nb:

  1. jangan lupa untuk memastikan sebelumnya: jumlah salinan yang diperlukan untuk pelaporan, siapa saja yang berhak menerima salinan.
  2. catatan diatas untuk pemilu dengan jumlah pilihan kategori lebih dari satu, jika hanya satu kategori pemilihan, misalnya pemilihan kepala daerah saja, semestinya bisa lebih singkat

nb lagi: setelah hampir 2 minggu sejak hari pemilihan, Pak Ketua KPPS memberi kabar di grup, sidang pleno di kecamatan sudah dilaksanakan dan tak ada masalah di TPS kami. duh, sungguh lega rasanya, seperti menemukan toilet di ujung senja setelah kebelet boker sejak setelah makan siang tadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *